Pembelajaran Daring dan 3 M (Media, Metode, dan Materi)
Hal ini tentu menambah
tantangan baru bagi setiap pelaku pendidikan di Indonesia. Kewajiban belajar
daring ini telah menambah kompleksnya permasalahan pendidikan nasional yang
sebelumnya juga sudah kompleks.
Memperhatikan beberapa fenomena di atas, menjadi sangat penting dan relevan
bagi guru dan dosen untuk membekali diri mereka dengan teori dan prinsip
pembelajaran daring sebelum melaksanakannya. Guru dan dosen wajib terus belajar
menningkat pemahaman dan kompetensi mereka terkait pembelajaran daring ini
dengan segala variannya.
3 M (Media, Metode, dan
Materi)
Media adalah
terkait dengan platform apa saja yang bisa digunakan guru untuk memastikan
pembelajaran daring bisa berjalan. Sudah sangat banyak webinar yang membahas
ini. Baik yang dilakukan pemerintah, maupun beberapa lembaga swasta, dalam
maupun luar negeri. guru dan dosen kita saat ini sudah semakin kaya dengan
berbagai alternatif media atau platform yang bisa digunakan. Baik yang
sederhana, maupun platform yang lebih canggih. Misalnya, what'sapp, blog,
zoom, webex, google meet, messengger, instagram live, youtube live, g suite,
moodle, edmudo, dan banyak lagi yang lain. Beberapa sekolah bahkan mungkin
sudah memiliki dan membangun sistem e-learning sendiri.
Metode. Ini terkait
bagaimana guru/dosen men-deliver konten secara efektif. Bagaimana guru/dosen
bisa menyusun strategi pembelajaran (instructional strategies) daring yang
notabene berbeda dengan pembelajaran luring ini secara efektif. Sementara
kualitas hasil pembelajaran tetap ditentukan oleh bagaimana guru men-deliver
materi pembelajarannya. Tidak ada hubungan langsung antara kualitas hasil
pembelajaran dengan keren tidaknya platform yang digunakan.
Materi atau
resources (materi ajar). Guru juga harus bergerak dan mengakselerasi
kemampuannya untuk mencari atau bahkan membuat materi ajar digital. Setidaknya
pandai mendigitalisasi materi yang sebelumnya manual. Pelatihan pembuatan
konten digital menjadi juga penting dilakukan. Guru atau dosen perlu membekali
diri mereka dengan skill video editing, misalnya. Termasuk bagaimana menyimpan
dan mendesiminasi konten digital mereka melalui berbagai platform yang tak
hanya bisa diakses secara terbatas oleh siswa atau mahasiswa mereka, tetapi
juga oleh siswa dan mahasiswa lain. Sampai di sini porsi webinar yang biasanya
lebih banyak 'satu arah' perlu dikurangi. Kegiatan seperti pelatihan (workshop)
online yang memungkinkan peserta bekerja dan berlatih perlu diperbanyak.
terus bersemangat untuk belajar walaupun tugas banyak semangat . Jadikan
keterbatasan karena Covid sebagai peluang untuk mempelajari banyak hal. Semakin
banyak yang dipelajari guru, semakin besar peluangnya untuk melaksanakan
pengajaran yang lebih efektif. Tetap terus bergerak. Jika pandemi ini adalah
badai, maka cara terbaik bertahan di tengah badai adalah dengan tetap bergerak
ke depan. Bukan diam. Apalagi mundur. Pun, begitu dengan kita para insan
pendidikan Indonesia. Terus belajar 3M di atas adalah cara kita bertahan di
tengah badai pandemi.
