Gadged Multi Fungsi

Formulir Kontak

KONTAK KAMI

Silahkan isi formulir di bawah ini untuk menghubungi kami

Nama

Email

Pesan

MODEL PEMBELAJARAN DARING DIKALA PANDEMI

 

Pembelajaran Daring dan 3 M (Media, Metode, dan Materi)

Wabah Covid-19 telah mengubah dan mendisrupsi banyak aspek kehidupan kita, termasuk ekonomi, kesehatan, politik, sosial budaya, keagamaan, dan pendidikan. Dalam bidang pendidikan, misalnya, Corona telah memaksa jutaan sekolah tutup secara fisik. Data UNESCO (2020) melaporkan bahwa 91,3% atau sekitar 1,5 milyar siswa di dunia tidak bisa masuk sekolah seperti biasa akibat dampak Covid. Mereka harus belajar dari rumah melalui berbagai media yang ada. Mereka ini termasuk sekitar 60 juta siswa dan 4 juta guru di 565 ribu sekolah di Indonesia yang mengalami nasib yang sama.




Hal ini tentu menambah tantangan baru bagi setiap pelaku pendidikan di Indonesia. Kewajiban belajar daring ini telah menambah kompleksnya permasalahan pendidikan nasional yang sebelumnya juga sudah kompleks. 

Memperhatikan beberapa fenomena di atas, menjadi sangat penting dan relevan bagi guru dan dosen untuk membekali diri mereka dengan teori dan prinsip pembelajaran daring sebelum melaksanakannya. Guru dan dosen wajib terus belajar menningkat pemahaman dan kompetensi mereka terkait pembelajaran daring ini dengan segala variannya.

 

3 M (Media, Metode, dan Materi)

 

Media adalah terkait dengan platform apa saja yang bisa digunakan guru untuk memastikan pembelajaran daring bisa berjalan. Sudah sangat banyak webinar yang membahas ini. Baik yang dilakukan pemerintah, maupun beberapa lembaga swasta, dalam maupun luar negeri. guru dan dosen kita saat ini sudah semakin kaya dengan berbagai alternatif media atau platform yang bisa digunakan. Baik yang sederhana, maupun platform yang lebih canggih. Misalnya, what'sapp, blog, zoom, webex, google meet, messengger, instagram live, youtube live, g suite, moodle, edmudo, dan banyak lagi yang lain. Beberapa sekolah bahkan mungkin sudah memiliki dan membangun sistem e-learning sendiri. 

 

Metode. Ini terkait bagaimana guru/dosen men-deliver konten secara efektif. Bagaimana guru/dosen bisa menyusun strategi pembelajaran (instructional strategies) daring yang notabene berbeda dengan pembelajaran luring ini secara efektif. Sementara kualitas hasil pembelajaran tetap ditentukan oleh bagaimana guru men-deliver materi pembelajarannya. Tidak ada hubungan langsung antara kualitas hasil pembelajaran dengan keren tidaknya platform yang digunakan.

 

Materi atau resources (materi ajar). Guru juga harus bergerak dan mengakselerasi kemampuannya untuk mencari atau bahkan membuat materi ajar digital. Setidaknya pandai mendigitalisasi materi yang sebelumnya manual. Pelatihan pembuatan konten digital menjadi juga penting dilakukan. Guru atau dosen perlu membekali diri mereka dengan skill video editing, misalnya. Termasuk bagaimana menyimpan dan mendesiminasi konten digital mereka melalui berbagai platform yang tak hanya bisa diakses secara terbatas oleh siswa atau mahasiswa mereka, tetapi juga oleh siswa dan mahasiswa lain. Sampai di sini porsi webinar yang biasanya lebih banyak 'satu arah' perlu dikurangi. Kegiatan seperti pelatihan (workshop) online yang memungkinkan peserta bekerja dan berlatih perlu diperbanyak.

terus bersemangat untuk belajar walaupun tugas banyak semangat . Jadikan keterbatasan karena Covid sebagai peluang untuk mempelajari banyak hal. Semakin banyak yang dipelajari guru, semakin besar peluangnya untuk melaksanakan pengajaran yang lebih efektif. Tetap terus bergerak. Jika pandemi ini adalah badai, maka cara terbaik bertahan di tengah badai adalah dengan tetap bergerak ke depan. Bukan diam. Apalagi mundur. Pun, begitu dengan kita para insan pendidikan Indonesia. Terus belajar 3M di atas adalah cara kita bertahan di tengah badai pandemi.






Back To Top